Aparat Dishub Jadi Korban Penikaman OTK di Medan

Seorang aparat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menjadi korban penikaman oleh orang tidak dikenal (OTK) saat bertugas di kawasan Jalan SM Raja, Medan. Insiden tragis ini terjadi pada Kamis, 22 Mei 2025, sekitar pukul 11.30 WIB, dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan petugas lapangan yang kerap berhadapan langsung dengan masyarakat. Korban kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara pihak kepolisian tengah memburu pelaku.

Korban diketahui bernama Rahmat Hidayat (35), seorang petugas Dishub yang sedang mengatur lalu lintas di persimpangan padat tersebut. Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Rahmat awalnya terlibat adu mulut dengan seorang pria yang diduga melanggar aturan lalu lintas atau parkir sembarangan. Pertengkaran singkat itu kemudian memuncak ketika pria tak dikenal tersebut tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang Rahmat. “Kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba saja pelaku menikam dan langsung kabur,” ujar salah seorang pedagang kaki lima yang menyaksikan insiden tersebut.

Rahmat mengalami luka tusuk di bagian perut dan langsung tersungkur. Rekan-rekan Rahmat yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan, untuk mendapatkan penanganan medis. Direktur RSUP Haji Adam Malik, dr. Budi Setiawan, memastikan bahwa kondisi korban stabil setelah mendapatkan tindakan operasi, namun masih dalam pengawasan ketat. Kasus ini segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Unit Reserse Kriminal Polsek Medan Kota langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Kepala Polsek Medan Kota, Kompol Rudi Chandra, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi dan sedang menganalisis rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. “Kami sedang mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan berupaya secepatnya menangkapnya. Kami tidak akan tolerir tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas,” tegas Kompol Rudi. Motif di balik penikaman ini masih didalami, apakah murni karena ketidakpuasan terhadap penindakan atau ada motif lain.

Insiden ini menjadi peringatan serius akan risiko yang dihadapi oleh petugas lapangan dalam menjalankan tugasnya. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih maksimal bagi aparat yang sering menjadi korban penikaman atau tindakan kekerasan serupa. Keamanan dan keselamatan petugas harus menjadi prioritas agar mereka dapat menjalankan tugas dengan tenang. Masyarakat juga diimbau untuk menghormati petugas dan menyelesaikan perselisihan dengan cara yang baik dan tidak main hakim sendiri. Kepolisian terus berupaya menangkap pelaku korban penikaman ini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Theme: Overlay by Kaira